Free Porn
xbporn
More
    HomeSihatKencing berbuih, ia mungkin petanda masalah buah pinggang!

    Kencing berbuih, ia mungkin petanda masalah buah pinggang!

    Kongsikan artikel ini

    Jika air kencing seseorang terus menerus berbuih, itu mungkin menandakan mereka mengalami proteinuria. Ia terjadi bilamana kehadiran albumin dalam urin disebut sebagai albuminuria atau proteinuria secara tidak regular. Ini boleh menjadi gejala awal penyakit buah pinggang

    Definisi albuminuria (ginjal bocor)

    Albuminuria atau proteinuria adalah kondisi urine atau air kencing mengandung jumlah albumin yang tidak regular. Kondisi ini disebut juga dengan ginjal bocor.

    Albumin merupakan salah satu jenis protein dalam darah. Kondisi ini bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala yang mungkin menandakan kehadiran penyakit tertentu.

    Organ ginjal yang sihat tidak membiarkan jumlah protein keluar terlalu banyak melalui filter ginjal. Namun, filter yang rusak akibat penyakit ginjal dapat membuatkan protein seperti albumin bocor dari darah ke dalam urine.

    Kondisi yang kerap disebut ginjal bocor ini sering kali merupakan gejala sakit ginjal, terutama jika Anda mengalami proteinuria berat di mana urine mengandung protein sebanyak 2 – 3 gram per hari.

    Seberapa umumkah albuminuria (ginjal bocor)?

    Keadaan ini dapat terjadi tidak mengira peringkat umur. Albuminuria dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

    Tanda dan gejala ginjal bocor

    Biasanya pesakit yang mengalami keadaan buah pinggang atau ginjal bocor ini tidak menunjukkan gejala, terutama saat penyakit baru muncul.

    Namun, albuminuria dapat menimbulkan gejala setelah penyakitnya menjadi lebih parah, beberapa di antaranya adalah:

    • Kerrang buang air (overactive bladder),
    • sesak nafas,
    • mual dan muntah,
    • kelelahan,
    • hilangnya nafsu makan,
    • pembengkakan pada wajah, perut, atau kaki dan sekitar pergelangannya,
    • kekejangan otot pada malam hari,
    • mata bengkak, serta
    • kencing berbuih

    Gejala albuminuria ini juga merupakan tanda dari penyakit buah pinggang atau ginjal kronis. Selain itu, tingginya jumlah protein dalam urine juga akan menimbulkan kondisi bernama sindrom nefrotik.

    Sindrom nefrotik menyebabkan penimbunan air di dalam tubuh. Kelebihan air inilah yang akan membuat tubuh Anda membengkak di beberapa bahagian.

    Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

    Bilakah harus berjumpa doktor?

    Anda harus berjumpa doktor ketika telah merasakan satu atau lebih dari berbagai gejala. Terutama jika Anda mulai mengalami pembengkakan dan urine berbuih, segeralah berjumpa physician agar masalah ini dapat ditanggani secepatnya.

    Penyebab dan faktor risiko

    Apa penyebab albuminuria (ginjal bocor)?

    Protein bisa masuk ke dalam urine bila ginjal tidak bekerja dengan baik. Pembuluh darah dalam ginjal yang bernama glomerulus bekerja dengan menyaring produk sisa dari darah dan menjaga komponen yang diperlukan tubuh, termasuk protein.

    Glomerulus akan memastikan protein dan sel darah yang lebih besar tidak masuk ke dalam urine. Jika ada yang masuk pun bagian tubulus ginjal akan menangkap kembali protein tersebut dan menyimpannya di dalam tubuh.

    Namun ketika keduanya mengalami gangguan atau jika ada beban protein berlebihan, protein ini akan ikut mengalir dalam urine sehingga timbul kondisi albuminuria.

    Selain itu, adanya batu saluran kemih juga bisa menyebabkan proteinuria.

    Tidak hanya penyakit yang berhubungan dengan buah pinggang atau ginjal, penyakit ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan yang berlangsung sementara seperti dehidrasi, peradangan, dan tekanan darah rendah.

    Bersenam secara berlebihan, stres, pemakaian obat aspirin, dan paparan terhadap dingin adalah penyebab lain yang mungkin bisa menimbulkan terjadinya albuminuria.

    Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

    Ada beberapa faktor yang bisa membuat Anda lebih berisiko terkena ginjal bocor. Dua kondisi yang paling sering menjadi pemicunya yaitu penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

    Jenis lain dari penyakit ginjal yang tidak terkait dengan diabetes atau tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan protein bocor ke urine.

    Faktor risiko lainnya meliputi:

    • obesitas,
    • usia di atas 65, dan
    • riwayat keluarga terhadap penyakit ginjal.

    Beberapa orang memiliki lebih banyak protein dalam urine saat berdiri daripada saat berbaring. Kondisi ini disebut orthostatic proteinuria.

    Ada juga berbagai kondisi yang turut memicu peningkatan kadar protein dalam urine, meliputi:

    • penyakit autoimun,
    • kanser sel plasma (a number of myeloma),
    • penyakit jantung,
    • peradangan ginjal akut,
    • preeklampsia, komplikasi berupa tekanan darah tinggi pada ibu hamil,
    • hemolisis intravaskular atau penghancuran sel darah merah dan pelepasan hemoglobin dalam aliran darah, serta
    • kanser ginjal.

    Analysis

    Albuminuria dapat dikesan dengan melakukan ujian air kencing. Anda tidak memerlukan persiapan khusus untuk melakukannya. Bahkan ujian ini juga bisa dilakukan di rumah, mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter.

    Ujian dipstick

    Ujian sederhana yaitu ujian urine dengan menggunakan dipstick (strip plastik kecil dengan kertas indikator) yang dapat mendeteksi jumlah protein yang sangat kecil. Nantinya jika ada terlalu banyak zat yang terkandung pada urine, bahagian ujungnya akan berubah warna.

    Karena protein dalam urine hanya bisa bertahan sementara, ujian ini harus dilakukan secara rutin untuk menentukan apakah Anda benar-benar mengalami masalah pada buah pinggan atau ginjal.

    Ujian dipstick sangat sensitif, tapi belum boleh benar-benar memastikan adanya masalah  albuminuria. Namun ujian cara ini  belum dapat mengukur dengan tepat seberapa banyak protein albumin dalam urine.

    Untuk mendapatkan pengukuran yang tepat, urine harus diperiksa di laboratorium. Ketika hasilnya belum meyakinkan, sisa urine diperiksa di bawah mikroskop.

    Dari pengamatan tersebut, dokter akan mengetahui zat-zat yang seharusnya tak ada pada urine, seperti sel darah merah dan putih, bakteria, atau kristal yang bisa tumbuh menjadi batu ginjal.

    Satu kali hasil ujian urine yang positif mengandungi protein belum bisa menentukan apakah Anda benar-benar mengalami penyakit ginjal. Namun jika hasil tetap positif setiap kali Anda melakukan ujiannya, maka besar kemungkinan buah pinggan atau ginjal Anda sedang mengalami masalah.

    Ujian kadar albumin dan kreatinin

    Ujian ini dilakukan untuk menunjukkan seberapa banyak kadar protein albumin dan kreatinin yang telah dikeluarkan dalam 24 jam pada urine. Kreatinin adalah produk limbah yang telah disaring di buah pinggan atau ginjal lalu dikeluarkan dengan mengalirnya urine.

    Albumin-to-creatinine ratio (ACR) dikatakan tinggi bila hasilnya di atas 30, hal ini menunjukkan adanya kemungkinan proteinuria. Semakin tinggi levelnya, akan semakin berbahaya pula dampaknya.

    ACR yang berkisar antara 3 – 30 biasanya tidak memerlukan tindakan, tetapi pesakit  perlu melakukan pemeriksaan setiap tahun. Sementara ACR yang kurang dari 3 mg/mmol tidak memerlukan tindakan lebih lanjut.

    Pemeriksaan lebih lanjut

    Apabila ACR tinggi, doktor akan melihat riwayat kesehatan pesakit dan keluarganya, lalu melakukan pemeriksaan buah pinggan atau ginjal lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut bisa meliputi:

    • Ujian darah dilakukan untuk mengukur kadar kreatinin, protein, dan memperkirakan laju filtrasi glomerulus. Ujian ini juga mampu menjadi gambaran atas seberapa baik ginjal Anda bekerja.
    • Ujian pemindaian. Ujian seperti CT scan atau ultrasounds dapat menunjukkan gambar ginjal yang akan membantu doktor menemukan masalah di dalamnya.
    • Elektroforesis protein urine. Doktor akan melihat jenis protein tertentu dalam sampel urine yang bisa mengindikasikan suatu penyakit.
    • Ujian darah imunoterapi. Ujian ini bertujuan untuk menemukan protein bernama imunoglobulin yang merupakan antibodi pelawan infeksi dalam darah.
    • Biopsi ginjal. Prosedur ini melibatkan pengangkatan sebagian kecil organ ginjal. Nantinya sampel ini akan diperiksa di bawah mikroskop.

    Pengubatan ginjal bocor

    Albuminuria bukanlah penyakit yang spesifik, sehingga perawatan tergantung pada identifikasi dan penanganan penyebab. Umumnya, jika proteinuria yang diderita cenderung regular, Anda tidak memerlukan perawatan.

    Lainlah apabila keadaan ini disebabkan oleh penyakit ginjal, perawatan medis yang tepat sangat penting dilakukan. Penyakit ginjal kronis yang tidak diatasi dapat menyebabkan kegagalan ginjal.

    Obat-obatan kadang diberikan, terutama pada orang dengan diabetes dan/atau tekanan darah tinggi. Obat dapat berasal dari dua kelas obat, yaitu ACE (angiotensin-converting enzyme) inhibitors dan ARB (angiotensin receptor blockers).

    Dua jenis obat tersebut sebenarnya lebih banyak digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Namun pada mereka yang mengalami albuminuria, obat ini boleh membantu melindungi ginjal dari kerusakan.

    Perawatan yang tepat–terutama pada pesakit dengan penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi–penting dilakukan untuk mencegah kerusakan ginjal progresif yang menyebabkan timbulnya kondisi albuminuria.

    Pada pesakit diabetes dan tekanan darah tinggi, pesakit yang mengalami albuminuria juga harus mengontrol kadar gula dalam darah.

    Selain itu, pesakit diabetes harus melakukan ujian laju filtrasi glomerulus (GFR) setiap tahunnya. Jika ada masalah pada ginjal, pesakit akan dirujuk ke nephrologist, doktor yang berspesialisasi dalam bidang penyakit ginjal.

    Sedangkan jika albuminuria terjadi pada ibu hamil yang memiliki preeklamsia, kondisinya harus lebih diawasi. Untungnya, kebanyakan albuminuria akan sembuh sendiri setelah bayinya lahir.

    Walaupun pesakit tidak memiliki penyakit lain seperti diabetes, masalah tekanan darah, atau kondisi lain, obat tekanan darah mungkin masih akan diperskripsikan untuk mencegah kerusakan ginjal.

    Pengobatan albuminuria di rumah

    Karena kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit yang Anda derita, maka Anda harus melakukan perawatan yang bertujuan untuk menjauhi hal-hal yang menjadi pemicu pada gejala ini.

    Namun, umumnya Anda harus melakukan berbagai perubahan, terutama pada pola pemakanan atau food plan Anda. Di bawah ini dikongsikan cara yang dapat membantu Anda mengatasi albuminuria.

    • Jika Anda memiliki kondisi retensi air yang menyebabkan albuminuria, kurangkan pengambilangaram beserta air pada pola makan harian. Natrium dalam garam juga meningkatkan tekanan kapiler glomerulus yang membuat kerjanya jadi terganggu.

    • Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, juga kurangi garam dalam makanan, dan atur food plan  makan dengan baik.

    • Jagalah berat tubuh Anda tetap pada angka yang sehat. Obesitas (kegemukan) sudah sering menjadi pemicu akan timbulnya berbagai masalah kesehatan, tidak terkecuali untuk kesihatan ginjal dan sistem urinasi Anda. Selain pengambilan makanan sihat, senaman dan aktiviti fizikal secara konsisten dapat membantu dalam hal ini.

    Bila ada pertanyaan, berjumpalah physician untuk dapatkan nasihat yang tepat dalam permasalahan ini.

    Sumber: Hi there Well being Group (hellosehat.com)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Must Read